Selasa, 29 Desember 2009

Togeg….

Togeg….

Di cerita awal kisahku dengan Deasy sudah berakhir dan sampai sekarang akupun kehilangan kontak dengan dia.Kisahku yang lain ketika aku sudah lulus SMA dan meneruskan kuliah di Yk di sebuah perguruan Swasta yg ternama di kota itu.
Berawal ketika aku dalam satu ruangan kelas di kampus ada satu wanita manis dengan badan yang mirip dengan Deasy..hitam manis aku bilang.Kukenal dia ternyata seorang gadis Bali dan namanya kusebut sama dia togeg.Matanya yang begitu indah karena lirikannya membuatku lemas kalo bertatapan dengan dia.

“Hai don..”kudengar suara lembut memanggil namaku.Kutengok kearah suara tersebut dan kulihat seorang wanita dengan mengenakan baju tanpa lengan dengan dada yang agak terbuka dengan baju warna putih.”Kamu geg…tumben gak masuk kuliah”tanyaku.

“Males banget hari ini…nah kamu ngapain disini”tanya dia balik.”Sama..males juga klo ambil semester pendek,gak ada temen kita yang ambil,jalan aja yuk”pintaku.”Males juga aku don..,gak tau nih hari ini bingung.Ke kost gua aja yuk..,”ajak dia.
“Ayuk…,”jawabku tanpa pake mikir lama.Bergegas kami ke parkiran motor untuk ambil motor kita dan karena togeg bawa motor sendiri maka aku ikutin dia dari belakang menuju ke kost an dia.

“Masukin aja motornya don..parkiran kos lagi kosong,”katanya.”Banyak yang pada pulang soalnya cuma aku sama kak Sari..tapi dia sering ke kos cowoknya,”sambung togeg.Setelah aku memarkir motor aku,kuikuti togeg jalan kekamarnya.Kamar dia ada di pojok samping menghadap ke tembok rumah sehingga tidak ada tetangga depan dan disebelah kamar dia lagi pulang ke kampungya karena memang libur.”Minum apa don..”tanya dia.”Susu putih..”jawabku cepat.”Asli pa seduh…”jawabnya sambil nyengir.Aku dan dia memang suka asal klo ngobrol karena memang tidak ada batasan lagi bila kami bercanda.”Sebentar ya don gw ganti baju dulu..Tu ada kaset baru puter aja”kata togeg sambil berjalan ke kamar mandi yang memang kamar mandinya ada di dlm kamar kos.”Males ah..bukan bokep aja ditawarin…”jawabku.

Tidak berapa lama dia keluar dengan memakai tanktop dan celana pendek ketat yang memperlihatkan semua lekuk2 tubuhnya yang …oohh.Tapi itu memang biasa dia pake togeg klo aku lagi maen ke kost dia.Sambil memberikan minuman yang sudah dibuat dia untukku,togeg duduk disebelahku sambil membuka kotak CD sambil mengeluarkan beberapa kaset.
“Ni yang kamu cari…”kata togeg.”Busyet kamu punya juga geg..gak nyangka aku doyan juga ternyata film ginian,”kataku genit.Kemudian dia mulai bercerita awal mulanya dia sering nonton bokep,sering menemukan kaset di laci kamar ayahnya.Setelah itu dia curi2 untuk menonton film ketika rumahnya tidak ada orang sambil bermasturbasi dan berlanjut sampai sekarang.
“Aku sering membayangkan untuk melakukan itu don..tapi masih takut akibatnya,maklum aku dari dulu memang jarang berkumpul dengan teman cowok dan adapun mereka yang tidak seperti cowok kebanyakan..yang suka dengan kehidupan bebas,”kata togeg.Dengar cerita dari togeg pikiran kotorku muncul entah dari mana.Akupun merapatkan badanku dekat dia akan tetapi nampaknya keinginan untuk mengetahui sex togeg pun lebih jauh daripada norma-norma yang selama ini dia pegang.Dia pun tidak bergeming ketika tangan aku memegang tangannya.
“Jadi kamu belum pernah berhubungan sama sekali dengan laki-laki geg…”tanyaku manja.Muka togeg pun merah karena pertanyaanku yang mungkin bisa untuk orang lain bisa tersinggung.Sambil mengangguk dia pun menatapku dengan mata sayu dan entah siapa yang memulai bibir kami saling berpagutan.Dengan napas yang semakin tidak teratur tiba-tiba togeg mendorong badanku dan akupun sempat terkejut dengan sikap togeg tadi.”Don..tolong pintu di kunci sayang,”katanya dengan terputus-putus.Entah napsunya sudah mulai naik sehingga mendapat angin segar tersebut aku berjalan kearah pintu dan menutup pintu serta menguncinya.Aku juga sudah mulai terusik hasratku dengan kudekati togeg.”Sory geg..kamu yakin dengan ini?”tanyaku.Tanpa menjawab dia langsung mengalungkan tangannya ke leherku dan kamipun mulai berciuman.Tidak lama tanganku mulai aktif menggerayangi bukit kembarnya.”Ougghh…don,begini rasanya ya..enak banget don…,”bisik dia.Kuteruskan dengan menarik tanktopnya keatas sehingga belahan yang tadi hanya tertutup kini nampak mencuat keluar.”Oh..geg..indah bener dadamu sayang..,”bisikku pula.Tanpa menjawab dia masih menikmati remasannku didadanya.Akupun sudah tidak tahan karena batangku pun mulai menggeliat.Kutuntun tangannya dia ke arah penisku sampai matanya terbelalak.”Kok bisa keras begini don…aku buka semua ya say”katanya.
“Ohh..geg..mainkan sayang..ohh,”akupun tidak tahan atas perlakuan tangannya di barang milikku.Setelah beberapa saat akupun mulai turun ke bagian bawahnya sambil melepas celana ketat miliknya dan celana dalam dia.Akupun tidak menunggu lama untuk menjilati bagian miliknya yang paling berharga.
“Ohh….don..geli..sshh..mmpphh…terus don..ennakkk..bbaanget..mmhh,”lenguhnya yang membuat aku semakin napsu aja untuk memainkan daging yang menonjol milik togeg.Tangan kanan ku meremas-remas gundukan dada dan kupelintir putingnya ya kemerah-merahan.”Ddoonn…oufhh…enak banggeett…,”teriaknya sambil menggelinjang dan menggoyangkan kepala ke kanan dan kekiri.Kemudian dia menarik kepalaku ke atas”Masukkan sekarang sayang..aku dah gak tahann…ayolah”pintanya.
“Kamu yakin geg…”tanyaku.Sambil mengangguk togeg melebarkan kakinya yang pertanda sudah siap menerima hujaman kenikmatan.”Tapi pelan ya don..aku masih takut tapi…cepet masukin say..,”katanya sudah tidak tahan.Kuarahkan batang penisku ke liang miliknya.”Tahan ya sayang….ohh..”teriakku karena merasakan lubang yang benar-benar masih sempit tapi basah.”Aakhh..ssakkiitt…pelan sayang,”teriak togeg.Kupelankan sodokanku untuk mengurangi rasa sakitnya tapi karena aku juga sudah tidak tahan untuk memasukkan barangku kupaksa dengan memberikan satu sodokan keras dan mungkin karena liang kemaluannya sudah agak basah tidak begitu terasa sakit di penisku.Kembali togeg teriak”Auh…ssakit..banget don..aduh…”.Air matanya mulai keluar karena menahan sakit di kemaluannya.Kupeluk togeg untuk meredakan rasa sakitnya”Tahan ya sayang ntar lagi juga terbiasa…,”rayuku sambil pelan-pelan kugoyangkan pantatku.”Sakit don..ahh…,”Ratapnya sambil menggiti bahuku.Sakit juga karena gigitannya sangat keras tapi aku tetap menggoyangkan pantatku untuk membuka jalan agar gesekan-gesekan berikutnya lebih mudah,teganya aku.Setelah 15 menit kutanam dan sekali-kali kugoyangkan pantatku mulai kurasakan ada perlawanan dari togeg dan pantatnya mulai goyang yang mungkin dirasakan nikmat di liangnya.”Terruss..sayang..oohh..mmullaii ennak don…ough,”bisiknya.Karena kupikir dia sudah berkurang rasa sakitnya kupercepat sodokanku.”Aakhh…mmmfphh…cepat lagi sayang..aduh..ennakk say,”bisik togeg lagi sambil mempercepat gayanya meski masih dengan gaya konvensional.”Don..aakkuu daahh.gak taahaannn…akkhh..aauuufh…..dooonnn…”teriaknya sambil menjepitkan kakinya ke pinggangku.Togeg sudah mencapai puncaknya dan aku pun masih belum merasakan apa-apa karena merasa sempat down ketika tadi togeg berteriak kesakitan.Tiba-tiba togeg mencabut kemaluanku dan berlari ke kamar mandi dan kulihat ada aliran darah dari kemaluan turun ke pahanya.Ya,dia memang masih perawan karena baru sekali ini melakukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan.Sambil terlentang dan menarik nafas karena pertempuran yang lumayan membuatku kelelahan,kupandangi batangku yang masih tegak menantang dan kulihat ada sedikit warna merah juga di kepala burungku.Ahh..darah togeg ada juga meninggalkan bekas di kontolku.Akupun berjalan kekamar mandi dengan niat mencuci sisa-sisa darah tadi karena merasa tidak nyaman aja.Kulihat togeg dengan masih bugil dia terduduk di closet sambil terisak-isak.”Maafkan aku ya geg…sudah membuatmu begini,”rayuku sambil kubasuh air matanya.”Gak pa-pa kok don..akulah yang seharusnya menjaga semua ini dan bukan salahmu,”katanya masih dengan terisak.Kuambil gayung dan kubersihkan penisku agar sisa-sisa tadi bersih kembali.Dan tiba-tiba tangan togeg meraih batang kemaluanku yang sudah mulai melunak dan sambil menarik pinggangku dia mendekatkan kontolku ke mukanya.”Aku mau meneruskan kerja kita yang tadi ya don..,”kata togeg dan menghentikan ucapannya sambil memasukkan kontolku ke mulutnya.”Geg..sudahlah nanti kamu merasa bersalah lagi..”kataku.Tanpa menjawab pertanyaanku dia mulai menjilati kepala penisku dan kemudian mengulumnya.”Ahh….geg…enak sayang..aoughh…,”kembali urat syarafku bergetar sampai ke ubun-ubun karena aksi togeg tersebut.”Don kembali ke tempat tidur aja ya don..”ajaknya sambil melepaskan kulumannya.Aku pun mengikuti saja maunya.”Aku pengen coba diatas don…”pintanya.Kurebahkan badanku terlentang dan togeg pun mulai posisi mengangkangi badanku sambil menggesek-gesekan memeknya di penisku yang masih tegang.Kemudian dia sudah mulai merasakan cairan melumasi memeknya dia memasukkan batang penisku ke liang kemaluannya.
“Ahh…masih sakit sedikit tapi geli-geli enak don,”katanya sambil memejamkan matanya.Aku dengan posisi bebas di bawah bisa memandangi tubuh togeg yang aku pikir juga berwarna coklat kulitnya ternyata putih juga bagian dalamnya.Dadanya yang menantang dan pinggulnya yang berbentuk karena togeg juga seorang penari tradisional.Dan tanganku sudah tidak sabar ingin kembali meremas-remas teteknya yang padat.”Ahh…terus don..remas-remas dadaku..oohh…sshh..nikmattnya..ahh,”kembali togeg meracau.Badannya mulai lihai meliuk-liukkan dan meremas-remas dadaku juga dan akupun semakin tidak kuat dan dengan posisi duduk kugigit pelan putingnya.”Auhh…mmmphh…terus sayangg..aagghh..ennak bbangeett…hhhh,”desahnya sambil tangannya memegang kepalanya sendiri.Dan tiba-tiba dia mulai mempercepat gerakannya pertanda dia sudah mulai mencapai puncaknya…”Oughh..don..gak ttaahaann..aku sayang..hhhss…,”desahnya.”Ddonn..akk..kklluaarr..laaggi…sayaaaanggg…mmmpphhh…,”sambil menegang dia menekan pantatnya kepangkuanku dan memelukku sangat kuat sehingga aku sampai susah bernapas karena aku masih memainkan putingnya.”Aahh…..ennak sayang..,”bisiknya.Setelah aku bias melepaskan dekapannya dan membuat aku kembali bernapas sambil kupeluk dia aku tetap menyodok ke kemaluannya karena aku juga masih merasa nikmat dengan jepitannya yang serasa di kenyot-kenyot leher kontolku.Selang beberapa detik togeg sudah naek lagi nafsunya karena dia mulai mendesah-desah.”Don..aku masih diatas ya sayang…enak banget rasanya..,”pintanya lagi.Sambil tersenyum pertanda mengiyakan maunya,”tapi kamu balikkan badan kamu ya sayang tapi jangan dilepas dulu batangku.Sambil kuputar badannya dengan masih kontol menancap di memeknya,kurasakan agak sedikit sakit tapi kalah dengan rasa nikmat akibat senses itu.”Ohh geg..ennak banget sayang..ayohh goyangkan lagi pantatmu ya..,”pintaku kini.”Iya sayang aku juga merasa enak..oohhh..mmphhhf…,”bisiknya.”Ohhh…say….terus genjot yang….oohh….,”aku sudah merasa ingin keluar lahar kenikmatannku…”Don…aku keluuuaaarrrr..llaagghiii…aaauufffhhh…mmhhhh…”teriaknya.”Aku juga ssaayyaaanng….,”teriakku sambil melepas kontolku dari memeknya dan kemudian aku membalikkan badan togeg ke arahku sambil aku berdiri aku suruh togeg memegang penisku dan mengocoknya.”Geg..kocookk..sayaangg..aahh…”teriakku.Dan dengan napsunya togeg mengocokkan batang penisku tepat di mukanya lalu tiba-tiba dia mengulum kepala kontolku sampai aku benar-benar tidak kuat menahan hentakan dari dalam penisku..dan “Aakkhh….gegg….mmmpphh….nikmat sayang….,”teriakku.”Crot..crroott….crroott….semua air maniku tumpah di mulut togeg…..dan sambil masih mengocok kemaluanku dia menelan semua lendir yang keluar.Ahh….aku pun terkulai sambil kami berpelukan erat dengan bercucuran keringat.kucium bibirnya kuat-kuat.
Selama seminggu aku selalu maen ke kost togeg mumpung masih sepi dan kami selalu mencoba sesuatu yang melambungkan imajinasi dan kami belum berani untuk bermain polos karena takut akan akibat yang akan terjadi.Sampai akhir nya kami pun berpisah karena dia dinikahkan oleh tunangannya dan kami pun mengulanginya tanpa menggunakan alat pengaman,karena dia akan menikah 2 minggu lagi.
Thanks togeg for everything….

Kisahku yang berikutnya lebih liar..

Pengirim:
Dony (dony.dhon@gmail.com)

9 komentar:

  1. Balasan